Cuti & Lembur
Kebijakan Lembur
Mengonfigurasi kebijakan lembur tenant — pembulatan menit, batas minimum/maksimum per hari, dan pengali (multiplier) upah lembur.
Sebelum lembur bisa diajukan dan disetujui, tenant perlu mendefinisikan Kebijakan Lembur. Buka Lembur → Kebijakan Lembur.

Parameter kebijakan
Setiap kebijakan lembur punya kode dan nama (contoh: OT-STD "Lembur Standar", OT-WKND "Lembur Akhir Pekan"), serta parameter berikut:
- Pembulatan (menit) — durasi lembur dibulatkan ke kelipatan menit ini (misalnya 15 atau 30 menit) agar perhitungan rapi.
- Min (menit) — durasi lembur minimum agar diakui; lembur di bawah ambang ini tidak dihitung.
- Maks/hari (menit) — batas atas durasi lembur yang bisa diklaim dalam satu hari.
- Pengali (multiplier) — faktor pengali upah lembur (contoh:
x1.5untuk hari kerja biasa,x2untuk akhir pekan/hari libur). - Status — Aktif/tidak.
Tekan Tambah untuk membuat kebijakan baru, misalnya kebijakan terpisah untuk lembur hari libur dengan pengali lebih tinggi.
Tenant bisa memiliki lebih dari satu kebijakan lembur aktif sekaligus (seperti contoh di atas: standar vs akhir pekan). Kebijakan mana yang dipakai untuk suatu pengajuan lembur ditentukan saat lembur dibuat dari kandidat absensi — lihat Menerima dan Menyetujui Lembur dari Absensi.
Kaitan dengan perhitungan lembur di Payroll
Pengali dan aturan kebijakan lembur ini menjadi dasar perhitungan upah lembur saat proses payroll berjalan. Pastikan nilai pengali sesuai dengan kebijakan HR/finance tenant Anda sebelum periode payroll pertama dijalankan.
Lanjut ke Menerima dan Menyetujui Lembur dari Absensi untuk melihat cara lembur diajukan dari data kehadiran aktual.
